Selasa, 12 Mei 2009

Menghadapi seteru di kantor


Mungkin Anda pernah berseteru atau katakanlah pernah punya masalah dengan salah seorang teman yang berakibat pada merenggang atau memburuknya hubungan pertemanan itu. Jika sudah demikian, mungkin Anda akan lebih senang jika tidak bertemu atau menghindari pertemuan dengan orang yang bermasalah dengan Anda itu.

Tapi jika kejadiannya di lingkungan kerja, tentu cukup menyulitkan Anda. Karena berada di lingkungan yang sama, menyebabkan Anda tidak bisa menghindarinya terus menerus. Apalagi jika Anda dan dia berada dalam satu divisi yang sama. Kondisi yang mengharuskan Anda bekerjasama dengannya mengharuskan Anda bersikap profesional. Toh ‘menabuh genderang perang’ sama sekali bukan langkah yang bijak. Namun membiarkan diri Anda terganggu oleh kehadirannya pun akan mengganggu kesehatan mental Anda.

Sebelum hari-hari Anda terganggu oleh keberadaannya, coba ikuti strategi berikut ini:

Koreksi diri

Jangan merasa sial berseteru dengannya. Lapangkan hati Anda untuk mengoreksi diri Anda sendiri. Mungkin dalam hal ini Andalah yang salah. Kalau demikian, nggak ada salahnya loh jika Anda berdamai mengulurkan permintaan maaf padanya. Toh, dia juga manusia biasa yang membutuhkan orang lain termasuk Anda kan? Masa sih dia nggak mau menerima maaf Anda?

Bersikap tenang

Jika setelah aksi damai Anda, dia masih menunjukkan gejala-gejala keangkuhannya, misalnya dengan jaga jarak atau mengacuhkan Anda, nggak perlu emosi apalagi senewen. Cobalah bersikap tenang. Jangan beratkan pikiran Anda dengan keburukan-keburukan dia dan sikap sentimennya terhadap Anda. Bersikaplah sebiasa mungkin seolah tak ada apa-apa antara Anda dan dia. Anda juga tak perlu berlebihan melindungi diri. Yakinkan dalam hati bahwa dia tak akan menyakiti Anda. Sifat santai dan rileks ini siapa tau akan mempengaruhi sikapnya.

Tunjukan perkembangan diri Anda

Dia boleh aja sentimen atau jaga jarak dengan Anda. Tapi sikapnya itu jangan sampai mempengaruhi kinerja Anda. tunjukan perkembangan di diri Anda. Tak perlu lewat posisi yang menjulang, materi berlebihan atau jabatan tertentu. Kedewasaan dan wibawa Anda juga bisa menunjukan sinyal, siapa diri Anda sebenarnya.
Berpikir positif
Mungkin ini saran yang sangat klasik. Tapi keampuhannya dalam menyelesaikan masalah tidak diragukan lagi. Memenuhi kepala Anda dengan pikiran positif mampu menjadi ‘antioksidan’ bagi rasa senewen. Bayangkanlah bahwa ia adalah rekan yang baik. Kemudian kembangkan profesionalisme Anda ketimbang memikirkan hubungan yang memburuk antara Anda dan dia.

Fokus pada pekerjaan

Ini juga menjadi solusi yang manjur. Ingat, Anda bertemu dengannya bukan semata-mata hubungan pertemanan, tapi lebih ke pekerjaan. Fokuskan perhatian Anda pada pekerjaan dan proses kerja sama. Jangan terpaku pada tindak-tanduknya semata.

Menaklukan stress


Sebagai pekerja disadari atau tidak, kita sering mengalami stress yang ditandai dengan kepala pusing, bingung atau linglung, tidak bisa tidur, merasa tidak berbahagia, jantung terus berdebar, atau perasaan tidak enak lainnya. Besar kemungkinan Anda dilanda stress.

Jangan biarkan stress mengganggu hidup anda apalagi keluarga anda. Cepat atasi dengan :

Belajarlah untuk hidup santai. Pengertian santai adalah dengan meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk melakukan pekerjaan atau kebiasaan yang paling disenangi, cukup 15 menit setiap hari. Dapat mengungkapkan perasaan hati. Para pakar psikologi menyebutkan memendam ungkapan atau perasaan hati adalah salah satu sebab meningkatnya stress negatif.

Bergabung dalam kegiataan olah raga dan kesehatan secara aktif, misalnya renang, joging, gerak jalan, yoga, aerobik dan bersepeda santai. Memperhatikan makan yang bergizi adalah kunci utama kehidupan sehat. Misalnya makan ikan, daging dan makanan kaya vitamin. Istirahat yang cukup dan tidur yang teratur. Hindari semua godaan dan kebisingan. Menurut pakar kesehatan Albert H. Brown M.D dari chicago, AS penting sekali untuk mencari jalan keluar dan pemecahan dari suatu masalah.

Jangan terlalu memendam diri. Artinya, jangan terlalu ngoyo dalam melakukan pekerjaan. Beristirahatlah sejenak sekitar 15 menit dalam bekerja untuk membantu kita dalam memerangi segala sesuatu yang akan menimbulkan bermacam ketegangan.
Memiliki rasa humor. Maksudnya tertawa adalah obat yang terbaik. Belajar menerima setiap perubahan yang akan terjadi. Jangan menafsirkan setiap perubahaan sebagai hal yang negatif.

Mengatasi Rasa Bosan Bekerja


Siapa pun pasti pernah mengalami rasa bosan dan jenuh dengan pekerjaan. Entah mereka sudah bertahun-tahun bekerja atau baru saja masuk ke dalam dunia kerja.
Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang bosan dengan pekerjaannya. Bisa karena monoton, lingkungan kerja yang tidak kondusif, rekan kerja yang menyebalkan, atau ada masalah pribadi. Lalu terpikirlah, betapa menyenangkan kalau bekerja di tempat lain.

Tapi, berpindah pekerjaan bukanlah hal yang gampang. Selain itu belum tentu di tempat yang baru kita akan bebas dari persoalan yang menyebabkan kebosanan dan kejenuhan. Bisa jadi keluar dari mulut buaya, masuk ke mulut harimau.
Nah, meski bosan sedang melanda, Anda harus bersyukur bisa memperoleh pekerjaan. Apalagi saat ini tidak mudah mencari
pekerjaan.

Jadi, lawanlah kebosanan itu dengan kiat-kiat berikut:

1. Bersikap antusias

Bersikap antusias bisa dilakukan dengan cara kita bekerja “seolah-olah menikmatinya”, sehingga pada waktunya kita benar-benar menikmati pekerjaan tersebut. Hanya saja, kadang kita tidak bisa menikmati karena pekerjaan itu memerlukan waktu lama dan jam kerjanya ketat. Ada cara sederhana untuk mengatasinya, semisal dengan tersenyum atau berdiri tegap ketika merasa lelah.
Juga perlu diingat bahwa kita bukanlah robot. Hanya saja, ketika bekerja pusatkan perhatian sepenuhnya pada pekerjaan yang sedang kita lakukan. Istirahat dan liburan memang perlu, tapi jangan dipikir ketika sedang bekerja.

2. Lakukan yang terbaik

Meski pekerjaan tidak menarik, kita harus melakukan yang terbaik. Mengapa? Karena jika kita bekerja asal-asalan maka pekerjaan akan bertumpuk. Kalau sudah begitu, kita semakin terbebani dan ada kemungkinan melakukan kesalahan. Salah berarti kita harus bekerja dua kali atau lebih, sehingga kita menjadi jengkel yang bisa-bisa bermuara ke stres.
Jadi, dengan menyelesaikan suatu pekerjaan tepat waktu dan memberi prioritas kepada pekerjaan yang terpenting, maka kita bisa memiliki waktu lebih. Menurut buku The Joy of Working, pekerjaan yang diselesaikan dengan baik akan menghasilkan kepuasan batin. Untuk memperbaiki mutu pekerjaan, kita bisa menetapkan standar dan tujuan baru agar bisa mengungguli diri kita sendiri.

3. Memperindah pekerjaan kita

Biasanya pekerjaan yang kita terima dari atasan disertai dengan rangka berisi aturan dan pedoman. Jika kita melakukan pekerjaan tersebut sesuai juklak, maka tidak ada sentuhan pribadi kita pada pekerjaan tersebut. Adanya sentuhan pribadi akan membuat pekerjaan jauh lebih menarik. Karena bersifat pribadi, maka tidak ada aturan baku untuk hal itu. Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam memperindah sesuatu. Misalnya, agar bisa menikmati pekerjaannya, seorang pelayan senang menghapal pesanan pelanggan tetap, sementara yang seorang mungkin bersikap lebih baik dan sopan.

4. Teruslah belajar

Menurut buku Tension Turnaround, otak meningkatkan kapasitasnya untuk memproses informasi seraya kita bertumbuh. Untuk itu kita harus memuaskan keinginan otak kita akan informasi baru dengan mempelajari hal-hal baru. Dengan belajar tentang pekerjaan, kita akan sangat terbantu dalam membuat pekerjaan menjadi lebih menarik dan memuaskan. Hal itu karena belajar bisa meningkatkan rasa percaya diri dan kesanggupan kita serta mempengaruhi sikap secara umum
terhadap kehidupan.

Banyak hal yang bisa kita pelajari, terutama yang tidak secara langsung berhubungan dengan pekerjaan. Misalnya hubungan antarmanusia, tentang peralatan pekerjaan kita, cara menulis memo kantor yang lebih baik, memimpin rapat yang lebih efektif, atau cara yang lebih baik dalam berurusan dengan atasan. Untuk mempelajari hal itu mungkin perusahaan tempat kita bekerja memiliki anggaran khusus untuk pelatihan semacam itu. Jika tidak, mengapa tidak memanfaatkan perpustakaan yang ada di kantor? Bisa jadi ada buku-buku yang kita butuhkan.

Belajar juga bisa melalui pengalaman orang lain. Kita bisa mengamati rekan sekerja mengenai kekuatan dan kelemahan yang bisa kita jadikan bahan pelajaran. Bahkan dengan belajar dari kesalahan atau keberhasilan kita sendiri, kemudian menganalisisnya sehingga bisa melakukan hal-hal yang tepat di kemudian hari. Dengan melakukan hal ini, kita bisa memperoleh pelajaran yang tidak mungkin bisa kita dapatkan di sekolah ataupun dengan membaca.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan dalam memerangi rasa bosan terhadap pekerjaan. Singkirkan pikiran negatif yang bisa membuat liburan kita terbebani oleh pekerjaan. Jangan memikirkan kegagalan di masa lalu sembari mencemaskan pendapat orang tentang diri kita. Berikan perhatian penuh pada pekerjaan, menjadi asyik dengannya, dan melakukan upaya yang terbaik sehingga kita bisa merasakan suatu kegembiraan karena telah menyelesaikan pekerjaan kita.

Rasa Penasaran


Kebodohan sering diidentikan dengan dosa; tidak menyakitkan atau menimbulkan benjol tapi bisa berakibat fatal di kemudian hari. Karenanya tak heran jika kita kerap kali membuat kebodohan karena tidak ada dampak langsung yang dirasakan, setidaknya bagi diri sendiri. Sungguh memalukan sebenarnya.

Di antara sekian kebodohan di muka bumi banyak disebabkan oleh faktor yang bisa mengandung dampak mematikan: rasa penasaran. Seekor kucing yang penasaran bisa saja mati karenanya, tapi bersyukurlah karena ia punya 9 nyawa. Lain halnya dengan manusia, memiliki hayat tunggal yang dikandung badan harusnya membuat manusia berpikir dua kali sebelum memuaskan ego keingintahuannya.

Ibarat berkendara, rasa penasaran sama halnya dengan bahan bakar. Sebagian besar menggunakan premium, yang punya duit lebih bisa memilih pertamax, kendaraan bermesin diesel hanya bisa menengguk solar, dan motor yang sering keluar-masuk bengkel sering dijustifikasi sebagai konsumen bensin oplosan. Ada beberapa pilihan bagi setiap orang: ada yang cocok, ada yang tidak; ada yang bawa manfaat, ada yang bawa mudarat. Para calon penasar tinggal menakar pertimbangan 5W+1H saja sebelum menggunakan.

Pejabat kita mungkin dulunya adalah voter oportunis yang berharap daerahnya ikut kelimpahan politik uang menjelang pemilu sambil mengusung slogan, “Ambil dulu uangnya, milihnya sih urusan belakangan!” Ketika mantan konstituen bayaran itu duduk di kursi pemerintahan habit lamanya belum tentu otomatis hilang. Ia masih memungkinkan mengulang lagi kenangan masa lalunya, pastinya dalam status dan nominal yang lebih besar.

Ah terima doang kan gapapa, lagipula tanpa disuap pun keputusan saya sudah sejalan dengan maunya orang itu. Lumayan, siapa tau gak ketauan. Pikirnya saat itu.

Sementara para pesulap angka pun setali tiga uang. Masa’ sih ganti jumlah gede dalam anggaran sebegitu mudahnya. Kalo gitu gue juga mau. Nyoba ah!

Sekarang hanya tinggal menunggu waktu saja sampai akhirnya ada rekan sesama pelaku korupsi dan penerima uang pelicin yang berkicau merdu menyenandungkan namanya, lalu mengenakan seragam KPK atau terbaring di rumah sakit karena mendadak sakit.

Jadi berhati-hatilah, rasa penasaran yang dieksekusi secara salah bisa menyebabkan kita berada dalam posisi yang tidak bisa dibenarkan. Namun saat ini terjadi, hadapi sajalah. Akui status bersalah yang dituduhkan. Terima semua konsekuensinya dan tidak usah bersembunyi di balik “khilaf” –pembenaran yang diamini sejuta umat itu. Jabatan sebagai pesakitan perkara tidak membuat kita punya keistimewaan untuk memilih. Telan saja ketukan palu terakhir yang ditujukan langsung ke muka kita tanpa mengutuk, “Saya telah dizhalimi!”.

Tidak usah pula repot-repot menyalahkan godaan setan yang berbisik di telinga kita. Mengkambinghitamkan setan memang perkara mudah. Wujudnya yang tak tampak dan keberadaannya yang diakui secara tak langsung ketika meyakini oposannya membuat kita mudah sekali mencatut namanya sebagai dalih atas dampak rasa penasaran. Kasihan sekali, padahal sebelumnya mereka adalah komoditas yang sudah terlalu sering diperkosa sineas lokal.

Memiliki rasa ingin tahu adalah bagian dari kemanusiaan. Wajar jika manusia senantiasa resah juga cemas akan segala sesuatu yang belum pernah diketahuinya. Ketidakwajaran dimulai ketika akibat dari rasa penasaran tersebut adalah tersakitinya orang lain di sekitarnya, khususnya orang yang –ironisnya– ia cintai. Boys, trust me on this one: syahwat kita tidak pernah kerasukan setan horny!

Dalam kondisi seperti ini pun, kejujuran masih jadi kebijakan yang terbaik dan menerima dengan lapang dada segala keputusan yang ditetapkan adalah ganjaran yang paling layak. Akui saja kecenderungan kita untuk berbuat salah tersebut dan hadapi akibatnya, apalagi jika sebelumnya rasa penasaran kita justru mendorong lahirnya dusta menyakitkan yang menisbikan segala jejak rekam kita.

Tips dan Trik Wawancara Kerja

Yang Perlu Dicermati dalam Wawancara Kerja

PERNAHKAH Anda mempunyai teman, kerabat atau entah apa saja yang punya pengalaman seperti ini? Berkali-kali melamar kerja, tetapi gagal saat wawancara.

Seperti pengalaman Asti-sebut saja begitu-yang bolak-balik mengadu nasib untuk mencari pekerjaan baru, tetapi sekian kali gagal mendapatkannya. Sialnya, dia tidak berhasil lolos setelah mengikuti tahapan wawancara. Asti sempat putus asa dan malas untuk melayangkan lamaran lagi. Tetapi seorang
teman menghiburnya, "Kamu masih beruntung karena untuk dipanggil, dites kemudian diwawancara itu merupakan separuh bahkan tiga perempat keberhasilan. Banyak orang yang dipanggil saja tidak, apalagi sampai diwawancara."

Rupanya kata-kata itu betul-betul memberikan semangat baru buat Asti. Sambil terus bekerja dengan status kontrak di tempatnya sekarang, Asti tetap mencoba mencari peluang kerja yang lebih baik. Meski begitu, setiap kali melamar, wawancara beberapa kali yang gagal itu tetap membayang.
"Biasanya orang tambah banyak pengalaman, makin percaya diri. Tetapi saya, makin sering diwawancara, makin pesimis, karena di sini saya selalu gagal," ujar Asti.

Pengalaman seperti itu sebenarnya jamak dialami orang. Tak cuma di Indonesia, tetapi universal dialami oleh para pelamar kerja di mana-mana di dunia, yang menggunakan sistem seleksi obyektif, bukan sistem koneksi.

Wawancara sebenarnya hanya merupakan bagian dari sekian proses yang harus dilalui. Seleksi pertama biasanya sudah berlangsung saat lamaran diterima perusahaan. Kualifikasi, termasuk pendidikan, pengalaman, dan lainnya menjadi pertimbangan sebuah perusahaan untuk melanjutkan atau tidak
melanjutkan proses lamaran.

Betapa pentingnya wawancara, terbukti dari contoh kasus Asti di atas. Sepandai apa pun Anda, dengan pengalaman yang Anda miliki, tetap saja tak menjamin Anda bisa diterima di tempat kerja baru yang Anda inginkan. Tak ada rumus yang bisa digunakan dalam wawancara, selain berusaha meyakinkan
orang yang mewawancarai bahwa Anda memang mampu, cocok, dan merupakan orang yang tepat untuk mengisi lowongan yang sedang dicari.

Berbagai tipe

Ada beberapa bentuk wawancara yang umumnya dipraktikkan oleh pencari kerja. Yang cukup banyak dikenal adalah bentuk wawancara tanya jawab antara pelamar dengan calon tempatnya bekerja. Ini bisa dilakukan oleh satu orang saja atau oleh sebuah panel pewawancara.

Dalam tipe demikian, wawancara bisa cuma berbentuk skrining, sekadar mencocokkan antara yang dikemukakan pelamar dalam surat lamarannya ditambah dengan rincian lisan. Wawancara demikian adakalanya bisa dilakukan melalui telepon. Namun yang lebih banyak, wawancara dilakukan dengan tatap muka.

Sesuatu yang kini banyak dipraktikkan di banyak tempat adalah wawancara kelompok. Di sini sejumlah kandidat yang sudah lolos seleksi sebelumnya dikumpulkan untuk mengikuti diskusi informal. Subyek yang dibicarakan dipilih oleh pewawancara, para kandidat diminta melontarkan pendapatnya, bertanya, atau membuat kesimpulan.

Wawancara seperti ini biasanya dilakukan untuk mencari tahu potensi kepemimpinan seseorang dalam bidang manajerial. "Tujuan dari wawancara kelompok ini adalah untuk mengetahui bagaimana interaksi kandidat dengan orang-orang lainnya. Juga untuk mengetahui bagaimana dia menggunakan pengetahuan dan kemampuan berpikirnya untuk mengalahkan orang-orang
lainnya," demikian alasannya, sebagaimana ditulis dalam CareerBuilder's "How to" Guide: Job Interview Types.

Jangan terpancing sewot kalau si pewawancara menyudutkan Anda dengan kata-kata sarkastik. Bukan tidak mungkin ini bagian dari bentuk wawancara yang disebut wawancara stres. Bentuk yang seperti ini dimaksudkan untuk menguji bagaimana seorang pelamar mengatasi hal situasi demikian. Tak cuma
lontaran kata-kata sarkatis atau argumentatif, tetapi yang namanya wawancara stres atau stress interview adakalanya menguji kesabaran pelamar. Salah satunya dengan membiarkan pelamar menunggu beberapa lama.

Terhadap situasi seperti ini, jangan sakit hati. Tahan emosi Anda ketika menghadapi pertanyaan dari pewawancara. Bersikaplah kalem, seolah tidak terjadi apa-apa. Klarifikasi pertanyaan yang kurang jelas bila diperlukan. Ingat,
jangan terkesan terburu-buru saat menjawab.

Wawancara adakalanya juga dilakukan sambil makan siang (lunch interview). Suasananya mungkin lebih santai dibanding dengan wawancara yang dilakukan di kantor. Namun jangan lupa, makan siang ini adalah makan siang bisnis dan Anda sedang diperhatikan. Gunakan kesempatan wawancara ini untuk mengembangkan dasar hubungan dengan pewawancara.

Pertanyaan umum

Apa saja yang ditanyakan dalam sebuah wawancara?

Jawabannya bisa bermacam-macam. Bahkan posisi yang sama untuk kesempatan wawancara yang hampir bersamaan, antara satu orang dengan orang lainnya bisa mendapatkan pertanyaan yang berbeda.

Namun ada sejumlah pertanyaan umum yang sering kali dilontarkan saat wawancara. Siap-siap saja kalau ditanya, "Kenapa Anda ingin bekerja di sini? Bagaimana perusahaan ini sampai membuat Anda tertarik?" Atau bisa jadi cuma pertanyaan sangat ringan, seperti: "Coba ceritakan tentang diri Anda."

Masih banyak pertanyaan penting selain pertanyaan di atas. Alasan mengapa seseorang ingin pindah, termasuk pertanyaan umum yang sering ditanyakan. Penanya tentu ingin mengetahui apakah Anda mempunyai masalah dengan tempat kerja Anda atau tidak. Jika Anda memang benar-benar tidak mempunyai
problem, katakan saja alasannya. Anda bisa mengatakan, soal tidak adanya kemungkinan pengembangan atau Anda memerlukan pekerjaan yang cocok dengan keterampilan Anda, atau kantor Anda pindah ke lokasi yang terlalu jauh, dan sebagainya dan sebagainya.

Sebaliknya pun begitu. Kalau memang ada masalah, jujur saja. Tunjukkan bahwa Anda bisa menerima tanggung jawab dan belajar dari kesalahan sebelumnya. Anda perlu menjelaskan masalahnya, tetapi jangan menguraikan posisi bekas atasan Anda dalam terminologi yang serba negatif. Tunjukkan bahwa semua itu merupakan bagian dari proses belajar yang tidak akan mempengaruhi pekerjaan nantinya.

Di samping kekuatan, pertanyaan juga sering menyangkut sesuatu yang negatif. Simak umpamanya kalimat, "Apa kelemahan utama Anda?"

Untuk hal seperti ini, bersikaplah positif. Alihkan kelemahan menjadi kekuatan. Misalnya Anda mungkin bisa mengatakan, "Sering saya khawatir terhadap pekerjaan saya. Kadang- kadang saya bekerja sampai larut untuk memastikan
pekerjaan telah berjalan semestinya."

Pertanyaan-pertanyaan ringan sampai soal hobi serta olahraga kegemaran bukan tidak mungkin masuk dalam wawancara. Dari hobi dan aktivitas kegemaran mungkin penanya ingin mencocokkan apakah Anda orang yang kreatif, punya daya analisis baik, staminanya bisa diandalkan, atau apakah
Anda termasuk orang yang mudah bekerja sama.

Bahkan banyak pewawancara yang ingin tahu apakah pelamar yang sedang dihadapinya mempunyai kehidupan di luar pekerjaannya. Ini bukan sekadar pertanyaan mengada-ada, karena dari sini bisa ditemukan suatu nilai tambah
seseorang yang bermanfaat untuk perusahaan. Sebagai contoh, orang yang kreatif atau menjadikan atletik sebagai jalan keluar dari stres umumnya lebih sehat, lebih gembira, dan lebih produktif.

Percaya diri

Kepercayaan diri memang perlu ditampilkan. Usahakan untuk melakukan kontak mata dengan penanya dan jawabpertanyaan- pertanyaan dengan jawaban yang jelas.

Jangan lupa untuk cermat mendengarkan pertanyaan. Komunikasi harus berjalan dua arah. Jika Anda terlalu mendominasi konversasi, bisa jadi Anda kehilangan soal-soal yang dirasakan penting oleh penanya.

Jika ada kesempatan bertanya, jangan menanyakan sesuatu yang bisa menimbulkan kesimpulan negatif. Contoh yang paling umum misalnya pertanyaan mengenai hari libur. Jika pertanyaan seputar ini terlalu rinci, jangan-jangan pihak pewawancara menganggap pelamar tertarik bergabung
lebih karena banyaknya kesempatan libur. Kalaupun soal ini ingin diperjelas, pastikan bahwa pewawancara mengerti kenapa Anda perlu menanyakan hal itu.

Sikap tubuh yang baik hendaknya diperhatikan selama berlangsungnya wawancara. Hindari bahasa-bahasa tubuh yang negatif, seperti menggerak-gerakkan kaki, menggigit bibir, melipat tangan, tidak melihat lawan bicara atau berdehem sebelum menjawab setiap pertanyaan. (mnsbc/ret)

Rileks dan Terbuka

TERLAMBAT datang mengikuti wawancara merupakan satu hal yang hendaknya tidak boleh terjadi. Tepat waktu (atau datang awal) biasanya diartikan oleh pengundang sebagai bentuk komitmen, bahkan lebih dari itu bisa dianggap sebagai tanda bisa dipercaya serta sikap profesional.

Bersikaplah positif dan usahakan agar pihak lain merasa nyaman. Perlihatkan keterbukaan dengan cara memberi senyum hangat serta jabat tangan keras.

Jangan memberi komentar negatif tentang perusahaan Anda sebelumnya atau perusahaan tempat bekerja sekarang.

Rileks. Anggap saja wawancara adalah sebuah percakapan biasa. Ingat, penanya sebenarnya sama groginya dengan yang diwawancara.

Bila wawancara sudah selesai, jangan lupa memberi salam dan mengucapkan terima kasih. Kesankan bahwa Anda berminat dengan posisi yang ditawarkan. Kalau perlu tanyakan kemungkinan bisa menelepon untuk mencek status lamaran. Kalau mereka menyatakan akan mengontak, dengan sopan tanyakan kapan hal itu bisa diharapkan.

Kirimkan pesan, "Terima kasih untuk wawancaranya". Usahakan supaya pesan itu tiba sebelum keputusan diambil. Kalau kontak selama ini dilakukan melalui e-mail, kirim e-mail terima kasih segera setelah wawancara.

Kamis, 07 Mei 2009

Sindrom Positif


Sindrom adalah sebutan untuk sebuah kelainan yang telah menyebar ke seluruh tubuh sehingga sulit untuk disembuhkan. Bermula dari sesuatu yang kecil dan dianggap sepele, akan tetapi membesar dengan cepat sehingga sangat sulit untuk disembuhkan. Begitulah seseorang yang terjangkit sindrom, tidak tahu kapan mulai terjangkit dan begitu sadar telah terjangkit, semuanya sudah terlambat. Begitu sulit bahkan sangat sulit untuk sembuh.

Saya pernah berpikir ternyata tidak hanya hanya penyakit saja yang tidak bisa disembuhkan. Ada hal lain yang ternyata sulit untuk “disembuhkan” yaitu kebiasaan. Kebiasaan ibarat sebuah racun yang menyebar ke seluruh tubuh tanpa kita tahu bahwa kita telah terjangkit, merangsang seluruh persendian tanpa terkecuali, dan akhirnya kita menganggap bahwa racun tersebut adalah bagian dari tubuh kita.

Saya punya sebuah kebiasaan yaitu mencuci muka setiap kali pergi ke toilet. Saya tidak tahu sejak kapan saya mulai terbiasa melakukan hal tersebut dan bahkan mungkin saya telah beribu kali melakukan hal tersebut karena yang ada di pikiran saya setiap kali ke toilet adalah mencuci muka sebelum meninggalkan toilet. Kini saya menyadari bahwa mencuci muka setiap kali ke toilet adalah kebiasaan saya karena saya selalu merasa ada yang kurang dan bahkan merasa tidak pergi ke toilet apabila saya tidak mencuci muka sebelum meninggalkan toilet. Aneh, tapi begitulah perasaan saya ketika menyadari apa yang telah terjadi dan sulit bagi saya untuk lepas dari kebiasaan itu.

Suatu ketika, saya pernah menggunakan sarana toilet yang ada pada sebuah mall. Sebelum meninggalkan toilet, saya mencari wastafel yang umumnya selalu tersedia di setiap toilet. Saya memutar keran dan seketika itu saya langsung kecewa karena ternyata air nya mati dan saya juga tidak bisa mencuci muka apabila tidak ada air. Saya keluar dari toilet dan syukurlah saya ketemu dengan seorang petugas kebersihan. Saya kemudian menanyakan masalah air mati tersebut dan petugas tersebut menjelaskan bahwa saat itu terjadi pemadaman listrik sehingga jatah listrik untuk penyediaan air ditiadakan agar memiliki cadangan listrik yang cukup. Saya kesal dengan pernyataan petugas tersebut sehingga saya memberikan sindiran yang pedas dan langsung meninggalkan mall tersebut.

Saya percaya bahwa kebiasaan belum tentu sesuatu yang buruk. Kalau Anda membaca pengalaman saya di atas, Anda mungkin akan merasa bahwa kebiasaan saya adalah sesuatu yang buruk. Akan tetapi ada juga yang menyatakan bahwa itu bukanlah sesuatu yang buruk. Nah, itu tergantung Anda untuk menyikapinya. Ketika berusaha untuk mengubahnya, saya merasa kesulitan dan muncul berjuta pertimbangan dalam diri saya.

Apa saya melakukan hal yang salah sehingga saya harus mengubahnya? Apa orang lain terkena dampak yang negatif dari kebiasaan saya tersebut? Dan ketika menyadari bahwa jawaban dari keduanya adalah “tidak”, maka saya mengurungkan niat untuk merubah kebiasaan tersebut. Wajah saya memang berminyak sehingga saya merasa fresh ketika mencuci muka setiap kali ke toilet. Walaupun begitu, saya yakin tidak akan mati di tempat atau langsung sakit apabila saya mengubah kebiasaan saya.

Saat ini saya sedang berada di perantauan dan oleh sebab itu saya selalu diingatkan untuk tidak mudah percaya kepada orang lain karena sekarang ini banyak orang yang pertamanya berbuat baik akan tetapi setelah dilihat kita mulai percaya, barulah dia beraksi. Sebenarnya saya merasa pesan ini sangat berlebihan karena saya yakin tidak semua orang yang baru kita kenal dan berbuat baik adalah penjahat dan mengapa kita malah mencurigai orang yang berbuat baik kepada kita. Salahkah bila orang berbuat baik?

Seseorang teman saya pernah bercerita bahwa dia menjadi korban dari sikap yang tidak mempercayai orang yang baru dikenal ketika sedang naik bus. Saat bus sedang berada di perempatan jalan, dia melihat seorang Ibu yang sudah tua naik bus yang ditumpanginya. Melihat penampilan Ibu tersebut, teman saya langsung memberikan tempat duduknya kepada Ibu itu. Ternyata yang diterima teman saya tersebut bukanlah ucapan terima kasih. Ibu tersebut malah bersikap was-was terhadap teman saya. Selama perjalanan dia memegang erat tas nya sesekali melirik dengan penuh ketakutan ke arah teman saya. Ketika teman saya tersebut menceritakan hal ini kepada saya, saya hanya tertawa mendengarnya. Padahal dilihat dari tampangnya, teman saya ini tidak kelihatan seperti preman dan tergolong orang yang pendek dan juga kurus, jadi hal yang lucu jika ada orang yang takut padanya. Walaupun begitu, kejadian tersebut sangat memprihatinkan bagi saya karena reaksi teman saya setelah mengalami hal tersebut. Dia mengatakan bahwa tidak akan berbuat baik lagi terhadap orang yang baru dikenalnya. Dia mengatakan, “Apa gunanya kita berbuat baik kalau kita malah dicurigai” dan perkataannya ini membuat saya terdiam. Saya tidak bisa menyalahkannya atas kejadian ini. Saya juga tidak bisa menyalahkan Ibu tersebut. Sedih sekali hanya gara-gara seseorang saja, pandangan teman saya berubah. Padahal jika sekali lagi kalau teman saya berbuat baik, belum tentu akan mengalami respon seperti itu. Saya menyadari bahwa ini adalah pengaruh dari kebiasaan yang begitu waspada ketika ada orang yang baru dikenal berbuat baik.

Kalau kita perhatikan, kelakuan masyarakat terhadap lingkungannya ternyata adalah sebuah pola sebab-akibat. Si ibu yang takut akan orang yang dikenalnya mungkin pernah ditipu oleh orang yang baru saja dikenalnya. Begitu juga teman saya tersebut, dia telah memberikan ultimatum terhadap dirinya untuk tidak pernah lagi menolong orang yang baru dikenalnya karena sakit hati melihat perlakuan orang yang ditolongnya. Pola seperti ini saya yakin akhirnya bisa saja menyebar ke semua orang tanpa terkecuali dan perlu kita sadari, secara tidak langsung kita telah terjangkit sindrom karena pola ini akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Lebih ironis lagi karena ini bukan saja kebiasaan individu tapi sudah menjadi kebiasaan public. Jadi apa yang harus kita lakukan untuk merubah semuanya? Saya yakin ini adalah pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab.

Mungkin kita pernah belajar mengenai kutub positif dan kutub negatif. Kutub positif dan kutub negatif selalu tarik-menarik. Ternyata proses tarik-menarik antara dua kutub dipengaruhi oleh sifat magnetik. Jika sifat magnetik kutub positif lebih besar dibanding kutub negatif, maka kutub positif akan menarik kutub negatif, begitu juga sebaliknya. Pertanyaannya adalah hal apa saja yang dapat meningkatkan sifat magnetik sebuah kutub? Sifat magnetik sebuah kutub akan semakin meningkat jika sebuah kutub semakin besar. Perihal tentang kutub tersebut dapat kita jadikan pembelajaran mengenai masalah sindrom. Sama seperti kutub positif dan negatif, sindrom juga ada yang positif dan negatif. Hal-hal yang telah dijabarkan sebelumnya, menurut saya dikategorisasikan ke dalam sindrom negatif. Lalu apakah ada sindrom yang positif karena berkaca dari pengertian mengenai sindrom terkandung makna yang negatif.
Dalam kehidupan bermasyarakat, kita saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Tidak ada yang bisa hidup sendiri tanpa membutuhkan pertolongan orang lain.

Oleh sebab itu, sewajibnya kita saling menghargai antara satu dengan yang lainnya. Namun, apakah kita telah mewujudkan sikap saling menghargai dalam kehidupan kita? Jangankan dalam perkara yang besar, dalam perkara kecil saja kita jarang saling-menghargai antara satu dengan yang lain. Ketika orang lain membantu kita, apakah kita selalu mengucap terimakasih atau tersenyum sebagai pertanda rasa terimakasih kita? Sebenarnya mengucap terimakasih bukanlah perkara yang besar. Itu hanya perkara yang kecil tapi terkadang perkara yang kecil tersebut tidak menarik untuk kita lakukan. Kita malah memikirkan perkara yang lebih besar, seperti memikirkan apa yang harus kita berikan sebagai pertanda terimakasih.
Saatnya kita untuk berubah. Mari mulai sekarang kita membiasakan diri untuk melakukan sindrom yang positif agar sifat magnetik sindrom positif dalam kita lebih tinggi dari sindrom negatif. Mungkin dengan mengucapkan terimakasih kepada petugas jalan tol ketika membayar jasa penggunaan jalan tol, kepada orang orangtua atau pun saudara kita atas bantuan mereka, kepada tukang ojek, tukang becak, kernek bus, atau kepada siapa pun yang telah membantu kita. Seringkali ucapan terima kasih hanya kita berikan kepada orang yang pantas menurut kita yang secara tidak langsung menciptakan kasta-kasta di dalam pikiran kita. Ini sebaiknya yang harus kita hindari. Seperti yang saya katakan tadi, kita saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Kita ini sama derajatnya, tidak ada sebelumnya yang lebih tinggi derajatnya dibanding pekerjaan lainnya, tidak ada manusia yang lebih tinggi derajatnya dibanding manusia lainnya, yang berbeda hanya tugasnya saja. Antara pekerjaan yang satu dengan pekerjaan lainnya yang berbeda hanya tugas yang harus dilakukan oleh pemilik pekerjaan tersebut. Untuk itulah, sebaiknya jangan pernah untuk mengkastakan rasa terima kasih kita. Selain dengan mengucapkan terima kasih, kita juga dapat menunjukkan rasa kepedulian kita dengan membalas senyuman orang lain, tidak mengindahkan pertanyaan yang ditujukan kepada kita, bersikap jujur dan berkata jujur, dan lain sebagainya yang Anda dapat tambahkan sendiri.
Jadi, mulailah saat ini. Mulailah untuk melakukan sindrom yang positif. Mulailah untuk menanamkan sindrom positif di dalam benak kita, di dalam persendian kita, bahkan di dalam jiwa kita, karena sindrom bersifat menyebar, menjangkiti tanpa terkecuali, dan akhirnya meluas tanpa kita sadari. Begitulah nantinya ketika kita memulai untuk melakukan sindrom postif pada diri kita sendiri, tanpa kita sadari akhirnya menyebar kepada orang lain, dan akhirnya dapat meluas kepada semua orang yang ada di bumi ini. Kelihatan mustahil bukan? Tapi percaya lah, sesautu yang mustahil akan mustahil jika kita tidak mencoba melakukannya. Jadi jangan tunggu apalagi untuk memulainya.

Rahasia Senyuman


RAHASIA SENYUMAN Senyum itu memiliki kekuatan. Namun, ternyata orang bisa tak mudah untuk selalu tersenyum. Padahal senyum itu bisa menjadi obat bagi diri sendiri dan semangat bagi orang lain. Karena senyum itu juga terkait dengan filosofi yang dianut seseorang terhadap apa saja dalam dirinya. Berlatih senyum merupakan terapi jitu untuk membuat wajah seseorang lebih hangat dan menyenangkan. Mudah memberi senyum pada seseorang juga akan meningkatkan rasa perhatian kita pada sekeliling.

Namun, menurut pakar kepribadian dan kecantikan Martha Tilaar, senyum tak akan berarti jika tak disertai dengan ketulusan hati dan terhalang kepura-puraan. Senyum pun bisa mengundang kontroversi jika tak sesuai dengan kondisinya karena bisa dianggap sebagai sindiran. Senyum yang ikhlas merupakan cerminan hati yang bahagia dan dapat menambah semangat bagi sekelilingnya.

Psikolog Tika Bisono memaparkan, senyum termasuk proses penting bagaimana seseorang itu mampu menerima kehidupannya. Berawal dari senyum semua hal akan terasa lebih ringan. Sebab senyum dapat menstimuli seseorang berpikiran positif dan menghadirkan sikap yang lebih tulus dalam mengerjakan sesuatu. Kemampuan tersenyum itu juga terkait dengan kadar kematangan seseorang dalam menyikapi problema kehidupan. Ketidakmampuan seseorang menerima keadaan dan selalu berpikir negatif merupakan faktor penyebab susah tersenyum.

Ada jurus khusus untuk menghadirkan senyum walau hati sedang tak enak. Tarik napas dan tahan napas selama sepuluh detik lalu hembuskan kembali. Latihan pernapasan ini dapat melancarkan aliran darah sehingga menghambat stres yang akan datang. Atur pikiran kita untuk lebih fleksibel. Setelah suasana terkendali barulah memutar otak untuk mendapatkan solusi masalah. Bersikaplah pasrah dan ikhlas dengan mengandalkan kekuatan doa. Lantas tersenyumlah.

So, always be smile ....biar hidup kita tetap penuh warna yg indah ^_^

Artikel lain yang berhubungan dengan rahasia senyuman sebagai beriku :

“Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.”
Sebuah kata yang mengingatkan akan kehidupan dan kebahagiaan yang membuatku tertunduk pagi ini. Tak terpikir olehku ketika waktu kecil dulu. Ya… begitulah hidup. Sebelum berangkat kerja tadi, aku sempat mendengarkan tangisan keponakanku di rumah. Rutinitas setiap hari yang ia lakukan. Maklumlah ia masih kecil.
24 tahun yang lalu, ketika aku keluar di dunia. Aku menangis. Eh… semua yang ada disekelilingku pada tertawa. Aku tak mengerti apa yang sedang ditertawakannya. Sebuah rahasia hidup yang mungkin baru saat ini aku ketahui. Aku juga tidak tahu kala itu apa yang aku rasakan melihat mereka tertawa.
Di tengah perjalanan, ternyata begitu banyak pengalaman yang ketika itu(saat aku masih kecil) terjadi diluar pemikiranku. Aku percaya Allah telah menggariskan semua kehidupan setiap manusia itu berbeda. Jika kubayangkan, milyaran manusia didunia ini, tak ada satupun yang memiliki kesamaan.
Mirip mungkin saja, tapi kesamaan secara utuh itu tidak akan pernah ada. Itulah kekuatan NYA yang tak ada tandingannya. Allahu Akbar. Begitupun dengan hidup. Semua memiliki jalan yang berbeda. Cinta, bahagia, duka dan semuanya hanya satu manusia yang bisa merasakannya. Hanya sebuah solidaritas yang bisa menggabungkan menjadi sebuah kekuatan.
Hari cerah yang tak kan bisa kulupakan. Hari indah yang mungkin tak akan pernah kulewatkan. Senyum dan tersenyum adalah sebuah kegiatan luar biasa yang menyimpan beribu rahasia yang tak bisa terungkap dalam kehidupan. Hanya dua individu saja yang merasakannya. Hanya kebaikan yang bisa menciptakan senyum itu. Senyum keceriaan sebelum jiwa raga meninggalkan dunia yang tak abadi ini. Luar Biasa.

Bung Karno

KATA MUTIARA BUNG KARNO (1945 - 1966)

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)

“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” - Bung Karno

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)

“……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno)

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)

“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)

“Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)

“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)

Setting HP Nokia Sebagai Modem

Setting sebagai Modem Nokia 6225

Anda harus terlebih dahulu memiliki kabel data DKU-5:
1. Masukkan CD Instalasi DKU-5 dari Nokia (jangan hubungkan ponsel dengan USB
komputer terlebih dahulu)
2. Pilih Instalasi Driver DKU-5
3. Hubungkan Handset dengan port USB
4. Saat ada pesan “found new hardware” dan ditanyakan drivernya, pilih detect
automatically (CD DKU-5 tetap harus berada di CD ROM)
5. Kabel DKU-5 telah terinstall di PC Anda
6. Install driver modem Nokia

Instalasi Driver Modem Nokia 6225
Download file Modem Driver untuk Nokia 6225 (nmpCDMA2000_1x.inf).
1. Pilih Program > Control Panel > Phone and Modem Options
2. Pilih tab Modem, klik Add
3. Check “Dont’ detect my modem”
4. Pilih “Have Disk”
5. Saat ditanyakan, cari lokasi dimana Anda menyimpan file nmpCDMA2000_1x.inf yang
telah Anda download, klik OK
6. Pilih “3G packet Modem”
7. Pilih Port yang paling besar (jangan pilih all ports)
8. Modem Nokia telah terinstall di PC Anda
9. Buat Koneksi Internet baru dengan memilih Nokia 3G packet data sebagai modem

Cara Membuat Koneksi Internet Baru
1. Pilih Program > All Programs > Accessories > Communications > Network Connections
2. Pilih File > New Connections
3. Klik Next, pilih “Connect to the Internet”
4. Pilih “Set up My Connection manually”
5. Pilih “Connect using a dial-up modem”
6. Pilih handset yang ingin Anda gunakan sebagai modem (Nokia, Motorola, Verxion,
etc)
7. Masukkan Mobile-8 sebagai nama ISP Anda
8. Masukkan #777 sebagai nomor dial up ISP
9. Pilih Anyone’s use untuk koneksi ini
10. Masukkan m8 (huruf kecil) sebagai username dan password
11. Check “Add Shortcut”, klik “Finish”
12. Connect ke Internet menggunakan koneksi Mobile-8 yang telah Anda buat

Setting Modem Dial-up GPRS Kartu IM3 Indosat

Dunia Internet saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dunia, tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Bahkan bagi sebagian orang, jagad maya yang satu ini tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Belum lagi aksesnya dipermudah dengan adanya dukungan infrastruktur jaringan komputer yang bisa dibilang memadai, baik dari pemerintah maupun dari beberapa elemen masyarakat yang kemudian muncul istilah trend baru berlanganan internet yang disebut dengan istilah RT-RW net. Salah satu yang bisa dikaitkan dengan kemudahan akses internet ini adalah kebisaan koneksi internet hanya dengan menggunakan gabungan dua perangkat elektronik, yaitu laptop dan telepon seluler (handphone), di mana keduanya merupakan perangkat bergerak (mobile gadget). Dengan berbekal dua perangkat ini, orang sudah dapat menjelejahi jagad maya kapan pun dan di mana pun dia mau. Nah, Artikel ini membahas mengenai bagaimana melakukan konfigurasi dua perangkat ini hingga mampu melakukan koneksi internet. Konfigurasi ini juga bisa dilakukan pada komputer desktop rumahan, sehingga koneksi internet juga bisa dilakukan di rumah-rumah menurut kebutuhan tanpa harus abonemen tiap bulan. Artikel ini dibatasi dengan konfigurasi menggunakan kartu GSM prabayar jenis IM3 milik Indosat.

Adapun kebutuhan perangkat keras agar dapat terhubung internet adalah:

1. Laptop/komputer multimedia yang terdapat port sambungan dengan perangkat
handphone, bisa berupa port USB (jika handphone yang dimiliki dilengkapi dengan
kabel data USB), infra red, atau bluetooth.
2. Handphone (HP) yang dilengkapi dengan:

• perangkat koneksi, seperti kabel data, infra red atau bluetooth (untuk perangkat
koneksi ini masing-masing saling menggantikan, dengan kata lain, pilih salah satu
saja).
• modem GPRS.
Nah, jika syarat kebutuhan perangkat keras di atas sudah terpenuhi, kita mulai
dengan setting modem. Setting modem untuk akses internet via GPRS kartu GSM IM3
bisa dibilang relatif mudah. Mudah bagi yang sudah terbiasa dengan dunia komputer
dan jaringan, namun akan terasa susah bagi yang baru pertama kali mencoba. Tapi
jangan khawatir, artikel ini saya tujukan untuk orang paling awam sekalipun.

Sebelum melakukan apa yang tertulis di artikel ini, diasumsikan sambungan GPRS di handphone sudah aktif. Sebab settingan sambungan GPRS ini berbeda-beda untuk setiap tipe handphone. Untuk beberapa tipe handphone, sambungan ini otomatis aktif begitu kartu IM3 aktif. Jika belum aktif, Anda bisa membaca buku petunjuk (manual) dari handphone Anda atau berkonsultasi dengan costumer service Indosat (hubungi nomor 300 atau datang langsung ke galeri Indosat).

Asumsi GPRS di kartu IM3 Anda sudah aktif, untuk menjadikan handphone sebagai modem dialup langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Hubungkan handphone dengan laptop/komputer.
Hubungkan handphone dan komputer menggunakan kabel data, infrared, atau
bluetooth. Dalam kasus ini saya menghubungkan handphone Nokia 6230i dengan laptop.
2. Install aplikasi bawaan dari handphone Anda, seperti PC Suite milik Nokia atau
Sony Ericsson.
Install PC Suite di laptop atau komputer yang hendak dihubungkan dengan
handphone. Bila tidak punya software tersebut bisa download di www.nokia.com
untuk tipe Nokia). PC Suite ini mendukung beragam jenis koneksi: kabel data,
bluetooth, infrared, dll.
3. Mengecek Modem (apakah sudah terinstal).
Langkah selanjutnya setting modem dial-up. Jika PC Suite sudah terinstal dan
handphone anda sudah terdeteksi dengan baik oleh PC Suite berarti modem dapat
kita setting. Cara mengecek apakah handphone sudah terdekteksi adalah dengan
cara:
klik kanan ikon �My Computer� » properties » tab �hardware� » device
manager. Cek di bagian �modems� apakah sudah terdapat: �Nokia 6230i USB
Modem�. Cek kinerja modem apakah bekerja dengan baik, dengan cara klik kanan
�Nokia 6230i USB Modem� » properties, di bagian �diagnostics� tekan
tombol �query modem�. Diagnostic akan berlangsung beberapa saat, hasilnya
kita bisa lihat di kolom.
Jika modem belum terdeteksi coba cek kabel, atau install software PC Suitenya
lagi, atau baca buku petunjuk handphone.
4. Setting nomor dial, user name dan password.
Jika modem GPRS telah terdeteksi, langkah berikutnya adalah setting nomor dial,
user name dan password. Tiga komponen ini diperlukan untuk men-dial internet via
server Indosat.

Untuk kartu IM3 ini,
o nomor dial : *99***1#
o user name : gprs
o password : im3

Untuk mensettingnya,
klik tombol Start » All Programs » Accessories » Communications » “New Connection Wizards�.
Akan muncul tampilan “New Connection Wizards�. Klik Next » pilih “Connect to the Internet� » Next » pilih “Set up my connection manually� » Next » pilih “Connect using a dialup modem� » Next » pilih “Nokia 6230i USB Modem� » Next » masukkan ISP name (dapat diisi apa pun, terserah Anda) » Next » masukkan nomor dialnya » Next » masukkan user name dan paswordnya » Next » centang “Add a shortcut to this connection to my desktop� (bila ingin membuat shortcut di desktop) » Finish. Setting selesai.
Jika langkah-langkah di atas telah dijalankan, klik dua kali shortcut dial-up di desktop tadi. Proses dial berjalan, Opening port… Dialing *99***1#… Verifiying user name and password..Registering your computer to the network… Autenthicated.
Bila berhasil tersambung maka akan muncul gambar monitor di systray di samping penunjuk jam komputer Anda. Selamat berselancar!

Troubleshooting
Pada kondisi dan jenis handphone tertentu kadang-kadang muncul pesan error pada saat melakukan proses dial. Berikut ini pesan error yang terjadi dan cara menanganinya:
- error 734: The ppp link control protocol has terminated
Jika ini terjadi, Anda belum bisa koneksi ke jaringan. Hal ini terjadi karena kita
belum menambahkan parameter ke modem. Tambahkan baris perintah: AT+CGDCONT=1,
“IP”, “www.indosat-m3.net”. Caranya, klik kanan My Computer » properties » tab
�Hardware� » Device Manager » Modems » Nokia 6230i USB Modem. klik kanan
» properties » di bagian Advanced - Extra Settings, masukkan baris perintah di
situ » OK. Coba dial sekali lagi.
- error 687: The remote computer did not respond.
Jika ini terjadi, restart handphone Anda dan/atau install ulang PC Suite di
komputer Anda. Pastikan menggunakan PC Suite versi terbaru.
- error 797: A connection to the remote computer could not be established because
the modem was not found or was busy.

Jika ini terjadi, berarti ada masalah dengan koneksi modem Anda. Coba cabut kabel dan pasang kembali.
IM3 Indosat http://www.m3-access.com/
Call Center : 300 (dr kartu IM3 anda)

Setting GPRS
Access Point Name (APN) : www.indosat-m3.net
Username : gprs
Password : im3
Gateway IP : 010.019.019.019
Port : 9201 atau 8080
Homepage : http://wap.m3-access.com

Setting MMS
Data bearer : GPRS
Access Point Name (APN) : mms.indosat-m3.net
Username : mms
Password : im3
Gateway IP : 010.019.019.020
Port : 8081
Homepage : http://mmsc.m3-access.com