Senin, 14 September 2009

Malem Selawe




Pada 10 hari terakhir di bulan ramadhan umat islam di daerah saya semakin khusyuk dan intens ibadahnya, baik tadarus, sholat malam, maupun berdzikir memuji nama Allah SWT. untuk mendapatkan ridlonya, terutama di malam-malam ganjil.

Berburu malam lailatul qodar tidak hanya di masjid-masjid dan surau di desa kami, namun tradisi yang sudah lama ada yaitu mereka juga pergi ke makam sunan Giri, Pada hari ke-24 malam atau menjelang hari ke dua puluh lima bulan Ramadhan, banyak peziarah di masjid Giri selain nyekar ke makam Sunan Giri, mereka iktikaf berdiam diri di masjid dan memperbanyak amalan-amalan doa.

Malem Selawe alias 25, adalah puncak malam dimana orang – orang melakukan itikaf dan memburu Lailatul Qodar dengan berziarah ke makam Sunan Giri di desa Giri kecamatan Kebomas Gresik. Biasanya dimulai malam likuran yaitu malam ke 21. Entah bagaimana asal – usulnya tradisi malam selawe di Sunan Giri ini karena ga ada penjelasan yang pasti. Sepertinya cerita dari mulut ke mulut yang ditambahkan bumbu – bumbu selalu berkembang menjadi budaya dan tradisi merakyat.

Momentum tersebut lantas dimanfaatkan oleh ratusan pedagang yang berjajar sepanjang jalan Sunan Giri hingga Makam Sunan Giri. Sebenarnya para pedagang sudah membuka stan sejak pertengahan ramadhan tapi puncaknya ya malam selawe. Banyak sekali yang ditawarkan para pedagang kagetan mulai makanan, pakaian, kopiah, furniture, mainan, dll.

0 komentar:

Posting Komentar